(31/5/2015)
Liburan kemarin saya dan keluarga jalan-jalan ke wilayah Jogja melalui jalan darat. Kalau ke Jogja, kayanya ga afdol kalau ga mampir ke Keraton Jogja.
Lalu lintas di Jogja sedikit membingungkan bagi wisatawan yang mau berkeliling dengan mobil. Sekuriti hotel kami menginap menyarankan untuk berkeliling menggunakan becak yang memang kerjasama dengan hotel tersebut. Biayanya Rp 30.000 tempatnya sudah ditentukan, yaitu tempat jualan kaos dagadu, tempat pusat batik dan tempat jualan bakpia dan request kami mampir ke mirota (swalayan). Karena jalannya melewati keraton dan katanya mobil tidak bisa masuk, maka kami mampir sebentar untuk melihat2 kesana. Oya, karena kami mampir ke Keraton dan Mirota yang tidak sesuai dengan paket yang ditawarkan si abang becak, maka ketika sampai hotel kami inisiatif memberikan uang tambahan, jadi kami bayar Rp 50.000 untuk seluruh perjalanan.
Tiket masuk Keraton hanya Rp 5.000/orang. Dan dikenakan biaya Rp 1.000 untuk camera. Selain tiket, kita juga dapat stiker simbol Keraton lho.

Ini istana yang ada di dalam Keraton.
Ini aula yang isinya ada alat2 musik, kebetulan pada saat kami datang akan ada acara, makanya hari itu ramai pengunjung menonton pertunjukan musik tradisional.
Di dalam Keraton banyak ruangan2 seperti musium. Ruangan yang berhubungan dengan kesultanan, seperti: penghargaan yang pernah diterima, foto2 Sultan dan keluarga, baju yg dipakai keluarga Sultan, dsb. Nah, yang ini adalah kereta yang dinaiki Sultan dulu.
Ini foto di depan pintu masuk.
Ini foto di dalam keraton.
Ini foto agak di belakang Keraton.
Untuk belajar mengenal Jogja lebih dekat, tempat ini sarat ilmu. Jadi, kalau ke Jogja wajib mampir ke Keraton ya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar